Daerah

DPRD Soroti Lemahnya Pembinaan dan Prestasi Olahraga Banyuwangi

DPRD Soroti Lemahnya Pembinaan dan Prestasi Olahraga Banyuwangi

Banyuwangi - DPRD Kabupaten Banyuwangi berencana memanggil Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan pembinaan dan prestasi olahraga daerah.

Kontingen Banyuwangi hanya mampu bertengger di peringkat 15 dengan total 150 poin, hasil dari 12 medali emas, 28 perak, dan 46 perunggu. Posisi ini turun empat tingkat dibanding Porprov Jatim VIII tahun 2023.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, mengakui lemahnya pemantauan terhadap arah kebijakan olahraga daerah. Kesibukannya sebagai pimpinan dewan membuat dirinya baru mengetahui persoalan krusial setelah dipercaya memimpin Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Banyuwangi.

“Teman-teman cabor (cabang olahraga) itu punya semangat tinggi. Setelah saya masuk Askab PSSI, baru tahu kalau anggaran pembinaan olahraga kita minim sekali,” ujar Michael.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, minimnya alokasi anggaran berimbas pada motivasi pengurus cabang olahraga hingga para atlet. Padahal, kata Michael, prestasi olahraga tidak lepas dari dukungan finansial yang memadai.

“Contohnya, sepak bola untuk Pra Porprov saja butuh biaya besar, tapi pembinaannya hanya diberi Rp8 jutaan. Akhirnya pengurus harus cari sendiri. Kalau mampu tidak masalah, kalau tidak ya bisa frustrasi,” jelasnya.

Michael menambahkan, lemahnya dukungan pembinaan juga memicu perpindahan atlet-atlet potensial ke daerah lain yang lebih menjanjikan. Ia mencontohkan talenta sepak bola putri Banyuwangi yang kini membela Malang, serta atlet berkuda asal Banyuwangi yang pindah ke Probolinggo dan berhasil meraih medali di Porprov.

“Tahun 2027 nanti, kita akan berupaya menarik mereka pulang ke Banyuwangi,” ujarnya.

Untuk itu, DPRD membuka ruang dialog bersama KONI dan Dispora guna membahas program pembinaan, kebutuhan anggaran, serta strategi mempertahankan atlet berprestasi.

“Kami ingin ada kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga Banyuwangi. Harapannya dewan bisa ikut memberikan sumbangsih. Sayangnya, selama ini komunikasi KONI dengan DPRD sangat minim,” imbuhnya.

Michael menegaskan, tuntutan untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah cukup tinggi, tetapi belum dibarengi dengan dukungan anggaran yang terencana. Padahal, pembinaan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan dana yang kuat dan komprehensif.

“Banmus DPRD Banyuwangi sudah menjadwalkan rapat bersama KONI dan Dispora. Kita akan minta KONI mempresentasikan program sekaligus kebutuhan anggaran olahraga ke depan,” pungkasnya. (*)