Daerah

DPRD Banyuwangi Desak Evaluasi Total Pembinaan Atlet Pasca Gagal Saat Porprov Jatim

DPRD Banyuwangi Desak Evaluasi Total Pembinaan Atlet Pasca Gagal Saat Porprov Jatim

Banyuwangi - Kontingen Kabupaten Banyuwangi harus menelan kekecewaan pada penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX Tahun 2025. Target masuk 10 besar tak tercapai, bahkan Banyuwangi harus puas menempati peringkat 15 dengan total 150 poin dari raihan 12 emas, 28 perak, dan 46 perunggu.

“Capaian prestasi olahraga Banyuwangi di Porprov kemarin jauh dari harapan. Target lima besar kini terasa sulit dicapai harus ada evaluasi total terhadap pembinaan atlet. Ada faktor apa sehingga prestasi justru menurun?,” kata Zainul.

Sebagai insan olahraga dan Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Banyuwangi, Zainul berencana mengusulkan ke pimpinan DPRD agar memanggil Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Banyuwangi untuk duduk bersama melakukan evaluasi. 

“Kita panggil Dispora dan KONI untuk mengevaluasi penyebab turunnya prestasi kita inventarisir persoalan pembinaan olahraga,” ucapnya.

Sejumlah potensi, lanjut dia penyebab penurunan peringkat: keterbatasan sarana-prasarana olahraga, minimnya anggaran pembinaan, belum optimalnya sinergi Pemda dan pihak swasta, serta rendahnya insentif atau reward bagi atlet peraih medali.

“Akar masalah harus diurai agar Dispora dan KONI bisa merancang program serta metode pembinaan yang tepat,” jelasnya. (*)