
BANYUWANGI - Pemerintah
Kabupaten Banyuwangi mulai mengajukan arah kebijakan pembangunan dan anggaran
tahun depan. Hal itu ditandai dengan penyampaian nota pengantar Rancangan
Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)
Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPRD Banyuwangi.
Rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang DPRD Banyuwangi dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH, MH. Hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Ir. H. Mujiono, M.Si, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta anggota DPRD dari berbagai fraksi.
Dalam nota
pengantarnya, Bupati Ipuk menegaskan penyusunan KUA-PPAS 2027 diarahkan untuk
menghasilkan pembangunan yang lebih fokus, terarah, efektif, dan berdampak
langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kebijakan anggaran tersebut disusun
sebagai respons terhadap tantangan pembangunan daerah di tengah dinamika
ekonomi yang terus berkembang.
"Pembangunan
harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan, mengurangi kemiskinan, sekaligus meningkatkan
kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Ipuk di hadapan peserta rapat.
Ia menjelaskan,
pemerintah daerah akan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui konvergensi
pembangunan antarwilayah. Strategi tersebut diwujudkan melalui peningkatan mutu
pendidikan, layanan kesehatan, percepatan penanggulangan kemiskinan, pengurangan
kesenjangan sosial, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Pada kesempatan itu,
Ipuk juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi Banyuwangi sepanjang 2025 yang
menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,65
persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
Menurutnya, capaian
tersebut didorong oleh sejumlah sektor usaha yang mengalami pertumbuhan
signifikan seiring berbagai inovasi dan promosi pembangunan yang dilakukan
pemerintah daerah.
Sektor jasa lainnya
menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 8,64 persen. Disusul
sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,61 persen serta sektor
transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,40 persen.
Selain itu, sektor
jasa perusahaan tumbuh 7,37 persen, industri pengolahan 7,36 persen, konstruksi
6,79 persen, pertambangan dan penggalian 6,26 persen, administrasi pemerintahan
5,14 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 4,93 persen.
"Capaian tersebut
merupakan efek berganda dari berbagai program pembangunan yang kami jalankan
agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Ipuk.
Menghadapi Tahun
Anggaran 2027, Pemkab Banyuwangi tetap memperhitungkan dinamika ekonomi global
serta asumsi ekonomi nasional maupun Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan proyeksi
tersebut, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2027 ditargetkan mencapai 5,41 persen.
Selain itu, pemerintah
daerah menargetkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,87.
Tingkat kemiskinan diproyeksikan turun menjadi 5,77 persen, Indeks Gini
ditargetkan berada pada angka 0,306, sedangkan Indeks Reformasi Birokrasi
diharapkan mencapai 97.
Ipuk menyampaikan tema
pembangunan Banyuwangi tahun 2027 adalah "Penguatan Daya Saing SDM dan
Ekonomi Lokal Berbasis Hilirisasi dan Pariwisata Berkelanjutan yang Berdampak
pada Kesejahteraan Masyarakat."
Melalui tema tersebut,
pemerintah daerah berharap mampu memperkuat struktur ekonomi lokal sekaligus
meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dengan mengoptimalkan seluruh
potensi daerah secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Tema pembangunan
tersebut kemudian dijabarkan ke dalam delapan prioritas pembangunan daerah,
meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing tenaga kerja,
reformasi perlindungan sosial yang adaptif, transformasi ekonomi lokal dan
pariwisata berkelanjutan, penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan,
pembangunan infrastruktur yang inklusif, digitalisasi pelayanan publik,
pengelolaan lingkungan hidup dan ketahanan bencana, serta menjaga harmonisasi
masyarakat dan kondusivitas wilayah.
Usai menyampaikan nota
pengantar, Bupati Ipuk menyerahkan dokumen rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran
2027 kepada pimpinan rapat paripurna, Michael Edy Hariyanto. Penyerahan dokumen
tersebut menjadi awal pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif sebelum
rancangan KUA-PPAS ditetapkan sebagai pedoman penyusunan APBD Kabupaten
Banyuwangi Tahun Anggaran 2027.