.jpg)
BANYUWANGI - Komisi IV
DPRD Banyuwangi mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengisi
kekosongan jabatan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah
Banyuwangi dengan pejabat yang berasal dari Banyuwangi.
Kehadiran figur lokal dinilai akan memperkuat koordinasi sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pendidikan di jenjang SMA dan SMK.
Ketua Komisi IV DPRD
Banyuwangi, Patemo, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, meski pengelolaan SMA dan SMK
merupakan kewenangan pemerintah provinsi, kebutuhan dan dinamika pendidikan di
Banyuwangi memerlukan respons yang cepat serta koordinasi yang intensif dengan
seluruh pemangku kepentingan di daerah.
"Ketika bicara
soal teritorial, wilayah ini adalah Banyuwangi, sehingga kami tahu persis
kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat kami," ujar Patemo.
Politisi PDI
Perjuangan itu menilai, penunjukan pejabat lokal akan memberikan sejumlah
keuntungan, terutama dalam membangun komunikasi antara Cabang Dinas Pendidikan
dengan pemerintah daerah, DPRD, sekolah, serta masyarakat.
Menurutnya, seorang
Kacabdin yang berasal dari Banyuwangi akan lebih mudah memahami karakteristik
wilayah, budaya masyarakat, hingga persoalan pendidikan yang berkembang di
masing-masing kecamatan. Kondisi tersebut dinilai penting agar setiap
permasalahan dapat segera direspons tanpa harus melalui proses adaptasi yang
panjang.
"Keberadaan
Kacabdin Pendidikan yang berasal dari Banyuwangi akan membawa sejumlah
keuntungan. Salah satunya adalah mempercepat komunikasi dan koordinasi dengan
pemangku kepentingan di daerah," katanya.
Patemo menambahkan,
Banyuwangi memiliki banyak aparatur sipil negara maupun tenaga pendidik yang
dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman untuk mengemban jabatan tersebut.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan kesempatan
kepada sumber daya manusia lokal untuk memimpin Cabang Dinas Pendidikan Wilayah
Banyuwangi.
Ia meyakini pemimpin
yang memahami kondisi daerah akan lebih cepat mengambil langkah strategis dalam
menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari pemerataan kualitas
layanan, kebutuhan sarana prasarana, hingga pengembangan mutu pendidikan di SMA
dan SMK.
"Yang pasti dia
lebih merespons dan mengetahui peta wilayah serta kondisi psikologis masyarakat
di setiap kawasan tempat SMA dan SMK berada di Banyuwangi," ujar Patemo.
Komisi IV DPRD
Banyuwangi berharap proses pengisian jabatan Kepala Cabang Dinas Pendidikan
Wilayah Banyuwangi dapat segera dilakukan sehingga koordinasi antara pemerintah
provinsi, pemerintah kabupaten, satuan pendidikan, dan masyarakat semakin
efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Banyuwangi.