
BANYUWANGI - Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi menyatakan dukungan penuh terhadap
pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berlangsung
serentak di seluruh satuan pendidikan di Banyuwangi pada 13–17 Juli 2026.
Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengatakan MPLS Ramah tidak sekadar menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru, tetapi juga momentum awal membentuk karakter dan budaya belajar yang positif sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.
"Sebagai wakil
rakyat, kami memandang MPLS Ramah sejalan dengan komitmen DPRD dalam mendorong
kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter sekaligus
kesejahteraan peserta didik," ujar Made.
Menurutnya, pendekatan
yang diterapkan dalam MPLS Ramah patut diapresiasi karena tidak hanya
mengenalkan fasilitas sekolah dan tata tertib, tetapi juga memberikan perhatian
terhadap pembinaan mental, emosional, serta kemampuan sosial siswa.
Ia menilai kegiatan
pengenalan sekolah seharusnya diisi dengan aktivitas edukatif yang mampu
menanamkan nilai-nilai dasar, seperti disiplin, tanggung jawab, empati,
semangat kebersamaan, hingga membangun kepercayaan diri siswa dalam beradaptasi
dengan lingkungan baru.
Karena itu, Made
menegaskan seluruh rangkaian MPLS harus dilaksanakan secara kreatif, edukatif,
dan humanis tanpa memberi ruang bagi praktik perpeloncoan maupun tindakan yang
berpotensi merendahkan martabat peserta didik.
"Orientasi
sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan dan membangun rasa aman bagi
seluruh siswa baru. Tidak boleh ada praktik perpeloncoan dalam bentuk apa
pun," tegasnya.
Selain memberikan
dukungan terhadap pelaksanaan MPLS Ramah, DPRD Banyuwangi juga memastikan akan
terus mengawal berbagai program pendidikan yang memberikan manfaat langsung
bagi peserta didik.
Made mengatakan
lembaga legislatif berkomitmen menjaga keberlanjutan anggaran sektor
pendidikan, terutama program-program yang mendukung pembentukan karakter,
peningkatan kualitas pembelajaran, dan penguatan layanan pendidikan.
"Kami akan
mengawal agar program-program pembinaan siswa tetap menjadi prioritas sehingga
kualitas layanan pendidikan terus meningkat," katanya.
Ia juga mengajak
seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, orang tua, pemerintah daerah
hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan
pendidikan yang ramah anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Menurut Made,
keberhasilan penyelenggaraan MPLS tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi
juga dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan iklim pendidikan yang
sehat dan kondusif.
Ia berharap
pelaksanaan MPLS Ramah 2026 di Banyuwangi dapat menjadi contoh praktik baik
bagi daerah lain sekaligus menjadi fondasi dalam mencetak generasi muda yang
berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Dengan sinergi
seluruh pihak, kami berharap MPLS Ramah mampu menjadi awal yang baik bagi siswa
untuk tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, dan memiliki
karakter kuat," pungkasnya.