Kesehatan

Kenali Perbedaan Tumor Jinak dan Kanker Payudara, Ini Penjelasan Dokter Asdi

Kenali Perbedaan Tumor Jinak dan Kanker Payudara, Ini Penjelasan Dokter Asdi

BANYUWANGI – Dokter Spesialis Bedah Onkologi RSUD Blambangan, dr. Asdi Wihandono, Sp.B (K) Onk, mengingatkan masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mewaspadai benjolan sebagai tanda paling umum kanker payudara. Menurutnya, 90 persen gejala kanker payudara diawali dengan munculnya benjolan, disusul tanda lain seperti keluarnya cairan dari puting atau luka pada puting.

Ia menjelaskan, benjolan yang terasa kenyal, licin, dan permukaannya rata umumnya merupakan tumor jinak. Sebaliknya, benjolan yang padat, keras, dan tidak jelas batas pinggirannya patut dicurigai sebagai kanker. Meski begitu, kepastian diagnosis hanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan medis.

Tanda lain kanker payudara stadium lanjut meliputi luka pada puting yang tak kunjung sembuh, keluarnya cairan berwarna merah atau kecokelatan, puting tertarik ke dalam, penebalan kulit puting, hingga perubahan bentuk payudara seperti kemerahan, cekungan menyerupai lesung pipi, atau permukaan kulit menyerupai kulit jeruk.

Menurut dr. Asdi, banyak pasien menunda pemeriksaan hingga satu sampai tiga bulan setelah menemukan benjolan. Sebagian di antaranya merasa aman karena tidak ada perubahan pada puting, padahal benjolan sudah muncul.

“Jangan menunggu hingga gejala bertambah parah. Segera periksakan diri ke dokter spesialis onkologi,” tegasnya.

RSUD Blambangan menyediakan layanan konsultasi kanker payudara setiap Jumat pukul 07.30–11.00 WIB. Selain itu, dr. Asdi juga menganjurkan wanita rutin melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sebagai langkah deteksi dini. Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama menstruasi, atau tiga hingga empat hari setelah haid selesai.

“Dengan deteksi dini, peluang kesembuhan kanker payudara bisa lebih besar,” pungkasnya. (*)