Kesehatan

Cedera Ginjal Tak Lagi Harus Operasi Terbuka, RSUD Blambangan Terapkan Metode Embolisasi

Cedera Ginjal Tak Lagi Harus Operasi Terbuka, RSUD Blambangan Terapkan Metode Embolisasi

BANYUWANGI – RSUD Blambangan kembali mencatatkan prestasi di bidang pelayanan kesehatan. Tim medis yang dipimpin dr. Moh. Nizam Fahmi, Sp.Rad (K) berhasil melakukan prosedur embolisasi arteri ginjal di ruang tindakan Cathlab, sebuah capaian yang menjadi tonggak baru penanganan kasus cedera ginjal di Banyuwangi.

“Prosedur ini sangat membantu, terutama pada kasus cedera ginjal berat yang pendarahannya tidak dapat diatasi dengan metode konservatif,” jelas dr. Nizam Fahmi.

Berbeda dengan operasi terbuka, metode embolisasi bersifat minimal invasif. Dokter hanya perlu membuat sayatan kecil di area lipat paha untuk memasukkan kateter vaskuler mikro. Kateter ini kemudian diarahkan ke pembuluh darah ginjal yang bermasalah. Melalui kateter tersebut, tim medis memasukkan koil atau agen embolan lainnya untuk menutup pembuluh darah yang rusak, sehingga pendarahan dapat segera dihentikan.

Keunggulan teknik ini tidak hanya pada minimnya sayatan, tetapi juga pada waktu pemulihan pasien yang relatif lebih cepat. Selain itu, risiko komplikasi pasca-tindakan pun lebih rendah dibandingkan operasi konvensional.

Menurut dr. Nizam, keberhasilan prosedur ini tidak lepas dari fasilitas Cathlab RSUD Blambangan yang sudah dilengkapi peralatan mutakhir. Cathlab (catheterization laboratory) adalah ruang tindakan khusus yang dirancang untuk melakukan berbagai prosedur intervensi medis dengan panduan citra radiologi real-time.

“Dengan dukungan peralatan canggih dan tim yang terlatih, kami bisa memberikan layanan setara rumah sakit besar di kota-kota besar,” tegasnya.

RSUD Blambangan sebagai rumah sakit rujukan utama di Banyuwangi terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan dengan menghadirkan teknologi medis terkini. Prosedur embolisasi ginjal ini menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat.

Pihak rumah sakit berharap, keberhasilan ini dapat membuka peluang penanganan medis yang lebih luas untuk berbagai kasus pendarahan organ lainnya, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah.

“Dengan adanya layanan ini, masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya tidak perlu khawatir jika mengalami cedera ginjal berat. Penanganan bisa dilakukan langsung di sini, tanpa harus dirujuk ke Surabaya atau kota besar lainnya,” pungkas dr. Nizam.

Prosedur embolisasi arteri ginjal di RSUD Blambangan menjadi langkah maju dalam dunia kesehatan lokal, menandai bahwa teknologi tinggi kini telah hadir dan bisa diakses masyarakat daerah dengan cepat dan efisien. (*)